India memperketat akses transformator UHV.
BIS kini menghubungkan label transformator 800 kV, kerugian terukur, dan bea cukai dengan akses pasar.
Oleh Majalah Transformer, 15 Juli 2026
India, New Delhi: Persyaratan kepatuhan BIS baru telah berlaku di India untuk transformator UHV dengan tegangan 800 kV ke atas, menciptakan hubungan yang lebih erat antara pengujian produk, pelabelan, dan bea cukai.
Persyaratan tersebut, yang diumumkan pada tanggal 14 Juli 2026 dan berlaku efektif mulai tanggal 15 Juli 2026, berlaku berdasarkan IS 17115:2026 Bagian 2. Persyaratan ini mewajibkan pelabelan efisiensi energi untuk transformator yang terkena dampak.
Label harus menunjukkan nilai kehilangan tanpa beban (W) dan kehilangan beban (W) yang terukur. Informasi yang sama juga harus terhubung ke platform regulasi online BIS, sehingga konsistensi data menjadi bagian penting dari kepatuhan. Berdasarkan informasi yang diberikan, produk tanpa label yang dipersyaratkan, atau dengan data yang tidak akurat, dapat ditolak izin bea cukainya. Hal ini menjadikan tindakan tersebut lebih dari sekadar pembaruan label, karena secara langsung memengaruhi akses pasar dan kesiapan pengiriman.
Bagi produsen dan eksportir, peraturan ini mendekatkan pengujian, dokumentasi, dan persiapan label dengan jadwal pengiriman akhir. Data kehilangan terukur harus tersedia dan selaras dengan berkas teknis, penandaan produk, dan pengajuan peraturan sebelum pengiriman.
Tekanan langsung kemungkinan juga akan tertuju pada perencanaan sertifikasi. Awalnya hanya tiga laboratorium yang dibuka untuk persyaratan ini, dan kapasitasnya dilaporkan sudah penuh dipesan hingga September.
Bagi pembeli, tim EPC, dan perencana pengiriman, perubahan ini mungkin memerlukan konfirmasi lebih awal mengenai slot pengujian, status dokumentasi, dan kesiapan pemasok. Ketidaksesuaian antara nilai yang dinyatakan, catatan pengujian, dan label dapat menjadi risiko kepatuhan perdagangan.
Langkah ini menyoroti bagaimana efisiensi transformator, sertifikasi, dan logistik semakin terhubung dalam rantai pasokan peralatan listrik internasional.
Sumber: Sectorinsighthq.com
